Sepotong Rendang Kenangan


Suatu hari, saat matahari mulai bergulir dari puncak hari. Saatnya bagi seorang PNS saat itu untuk pulang ke rumahnya yang sederhana. Di rumah dinas minimalis itu, sudah menunggu istri dan putrinya yang berusia 7 tahun. Selain memmbawa pulang tas kerja, sang bapak membawa kantong keresek berwarna hitam. Si anak perempuan menyambut bapaknya dengan wajah sumringah. Dibukanya kantong kersek hitam yang berisi satu bungkus nasi padang.

“Rendang ya, Pak?” tanya anak perempuan itu.
“Iyah, yuk kita makan bareng,” ucap sang Bapak.

Isi bungkusan itu sederhana, nasi putih satu porsi dan sekerat daging sapi dengan bumbu rendang berwarna hitam. Tentu saja, satu bungkus nasi padang itu tidak akan cukup untuk makan sore dua orang dewasa dan satu anak kecil. Pertama-tama, si ibu memisahkan daging rendang padang dengan bumbunya dari nasi putih. Lalu, nasi putih ditambah porsinya dengan nasi putih yang ada di rumah. Porsi nasi bertambah dan cukup untuk makan bertiga. Selanjutnya sekerat daging rendang padang itu dibagi dua, bumbunya pun dibagi dua. Sisanya disisihkan untuk makan besok hari. Mereka bertiga pun lanjut makan dengan lahap. Keesokan harinya, sepotong lagi daging rendang padang bisa dimakan berdua ibu dan anak beserta bumbu rendangnya yang enak.

“Ma, makan nasi sama bumbunya aja juga udah enak, kok,” ucap anak perempuan itu dengan lahap.
Sekarang, anak perempuan itu sudah dewasa dan sudah berumah tangga. Sekarang anak perempuan itu sudah mampu membeli masakan padang, mulai dari yang murah meriah di pinggir jalan hingga mencoba masakan padang dengan merek sederhana tapi harga tidak sederhana. Namun, sampai kini, si anak perempuna itu belum pernah merasakan nikmat bumbu rendang saat dia makan bersama ibu bapaknya saat kecil. 


“Bumbunya itu lho, warna hitam banget, makan nasi putih sama bumbunya saja sudah enak banget,” sering anak perempuan yang sekarang sudah menjadi istri saya itu bercerita. Padahal saya sudah beberapa kali mengajaknya makan di beberapa restoran masakan padang tapi dia bilang belum juga menemukan bumbu Padang yang  hitam meresap itu. Apa harus mengajaknya ke Padang ya biar bisa merasakan langsung bumbu rendang yang menghitam dan meresap. Konon katanya bumbu rendang seperti itu bisa dimasak sampai seharian. 

Menjelang bulan Ramadhan datang kiriman Rendang Padang dan Bumbu Padang  Restu Mande Dalam paket itu tidak hanya kiriman Rendang Kemasan siap makan tapi juga bumbu gulai. Waaah, lumayan, nih, prakis banget untuk persiapan bulan Ramadhan. Istri saya khan setiap harinya masih jadi karyawan kantoran, jadi dia pasti kecapean jika harus menyiapkan masakan untuk berbuka puasa dan sahur. Menjelang hari pertama puasa, saya coba masak daging cincang dengan bumbu gulai. Saya sengaja masaknya malam-malam biar istri bisa melihat proses memasaknya yang memang mudah. Saya siapkan daging sapi sekitar 8 ons. Lalu dikeluarkan dus kecil berisi bumbu cincang. Ternyata, di dalam bungkusan itu terdapat bumbu basah, bumbu kering, daun kunyit, dan daun jeruk. “Ini mah tinggal cemplung aja,” ucap istri.

Saya pun membaca cara memasaknya. Ikuti langkah-langkah praktisnya. Hahaha…ternyata masak pakai bumbu cincang dari Restu Mande mudah banget. Bapak-bapak kayak saya yang tidak biasa masak bisa juga masak masakan padang yang penuh bumbu. Saat saya menumis bumbu, istri berceloteh, “Wangi banget ih, padahal baru ditumis bumbunya,”.
Saya pun lanjut masak sesuai instruksi. Hasilnya luar biasa, saya bisa memasak gulai daging cincang citarasa restoran. Padahal, saya seorang laki-laki yang nggak jago masak. Alhamdulillah, hasilnya pun banyak.  Saya dan istri pun makan dengan lahap.

Nah, untuk berbuka puasa, saya lagi pengen praktis. Lumayan repot juga setelah seharian puasa dan kerja, lalu harus masak juga. Kasihan juga istri yang harus masak sepulang dari tempat kerja. Jadilah, kita sepakat untuk berbuka dengan menu rendang restu mande yang siap saji. Mau tahu apa komentar istri?
“Ayah, ini bumbunya meresap banget, kayak bumbu rendang yang pernah Bunda makan waktu kecil,”

Akhirnya, istri menemukan bumbu rendang idamannya tanpa saya harus mengajaknya ke Padang, hehehe… Jadilah, hari pertama puasa di bulan Ramadhan ini kami berbuka dengan menu daging rendang yang membuat istri bernostalgia dengan masa kecilnya. Sampai-sampai istri cuma makan nasi putih dengan sepotong rendang dan bumbunya yang banyak.

Rendang kemasan dan Bumbu Padang Restumande yang saya cicipi di rumah hanya sebagian produk yang disediakan rumah makan Padang ini. Masih banyak produk lainnya, Rendang Kemasannya sangat praktis karena bisa langsung dimakan, bisa jadi oleh-oleh jika bepergian, atau bekal saat traveling atau menunaikan ibadah umroh dan haji. Oh iya, Rendang kemasan ini nggak mengandung MSG lho, dan hebatnya lagi bisa disimpan lebih dari 1 tahun padahal tanpa ditambahi bahan pengawet. Menurut Bu Nenden Rospiani Amril, sang pemilik resto ini, rahasia kelezatan dan keawetan rendang kemasan Restu Mande adalah pilihan bahan-bahan berkualitas, daging tanpa lemak, bumbu pilihan yang diracik sendiri. Bumbu terdiri atas 16 macam rempah-rempah yang terkandung di dalamnya sehingga menjadikannya sebagai pengawet alami. Nah, sistem pengemasan yang prosesnya divacuum juga membuat rendang kemasan restumande awet karena proses vacuum mematikan kuman/bakteri.

Sobat semuanya tentunya bisa komentar, “Aah, rumah makan padang khan banyak, bisa ditemukan di mana aja,”. Itu betul sekali, sobat. Tapi, rumah makan restu mande ini hanya satu-satunya lho restoran rumah makan khas Padang yang membuat rendang kemasan dan bumbu padang. Rendangnya sendiri sudah ada di supermarket Kemchick Kemang, Kemchick Pacific Place, Grand Lucky SCDB, Grandlucky Bali, gerai Yogya-Griya di Bandung, Gerai Carrefour di Bandung. Rendang Kemasan Restu Mande ini sudah diliput oleh TV, majalah, tabloid, dan mendapat banyak penghargaan, salah satunya adalah dari MarkPlus, dari Kementrian Koperasi dan UKM, juga dari short List UKM WOW Indonesia tahun 2015.

 Bagi yang berminat, Rendang kemasan ini tersedia dalam kotak dus isi 300 gram dengan 5 potong daging rendang dan dus 125 gram isi 2 potong. Praktis banget, khan. Eh, varian produknya juga bukan hanya rendang daging sapi, lho, ada rendang jengkol bagi pecinta jengkol, rendang udang, rendang cumi, dan rendang ayam.

Untuk yang ingin masak sendiri, tersedia Bumbu Rendang Padang kemasan yang praktis banget diolah dalam masakan apa pun. Sobat mau masak jengkol pakai bumbu Rendang Padang kemasan, bisa banget, bro. Urusan masak jadi mudah, bukan hanya wilayah perempuan, para lelaki yang doyan makan besar bisa masak sendiri. 

Nah, buat sobat-sobat yang pengen langsung makan di rumah makan khas Padang Restu Mande bisa datang ke Jl. Brigjen Katamo No.64 dan Jl. AH. Nasution 59 di depan Kantor Pos Ujung Berung, Bandung. Bagi yang ada di luar kota bisa order Oh iya, Rendang Kemasan dan Bumbu Padang Restumande ini bisa didapatkan di Rumah Makan Restumande, Jl. Brigjen Katamso 64, Bandung. Bagi yang berminat bisa order SMS/WA 08562306040, pin BB: 5755BC09, FB: Rendang Kemasan Restumande, Twitter: @Restumande dan @BumbuPadang, Instagram:@Restu_mande, Webiste: www.restumande.com

Jadi buat sobat-sobat yang pengen makan masakan padang dengan citarasa khas Padang yang asli, nggak harus jauh-jauh terbang ke Padang, cukup datang aja ke restoran Restumande. Restoran ini ternyata sudah berpengalaman lebih 10 tahun. Makan di sini, tidak hanya bisa menikmati masakan khas Padang Sumatera Barat tapi juga mendapat pelayanan yang baik, suasananya nyaman, ada akses internet gratisnya juga. Hehehe…baru tahu ya, rumah makan khas Masakan Padang gaul juga.  Buat yang lagi malas ke luar rumah, bisa order juga via SMS/WA, BB. Info lengkap bisa buka FB dan twitternya. Aiihh, cakep nih restoran masakan Padangnya gaul habissss.


Sepotong Rendang Kenangan Sepotong Rendang Kenangan Reviewed by Fauzi Nurhasan on 21.15 Rating: 5

7 komentar:

  1. Mau mau rendangnya! Untung di sini sudah ada kontaknya. Nuhun Kang Fauzi

    BalasHapus
  2. Mau mau rendangnya! Untung di sini sudah ada kontaknya. Nuhun Kang Fauzi

    BalasHapus
  3. Ya ampun, ceritanya bikin terharu banget 😭

    BalasHapus
  4. Bumbu rendangnya memang enakkk, kalo dagingnya abis, bumbunya digado sama nasi panas juga tetep sedapp.. ~waduh maap ini masih siang udah ngayal makanan ajah~

    BalasHapus
  5. Rendang dan bumbu-bumbu padang Restumande emang... maknyoooos...

    BalasHapus
  6. Bener banget :D maknyos banget restu mande :D hehe

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.