Kesederhanaan dan Sikap Kerja keras Seorang Jero Wacik





Nama Jero Wacik kembali ramai dibicarakan, terkait hukuman vonis yang diterimanya. Jero Wacik divonis hukuman 4 tahun penjara dan denda 5 Milyar. Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa yang menuntut hukuman 9 tahun hukuman kurungan dan 18 M. Nama Jero Wacik pernh ramai dibicarakan oleh para netizen saat beliau ditetapkan menjadi tersangka pada 2-4 September 2104. Menurut data ada 42.190 percakapan dari 10.423 netizen yang membicarakan Jero Wacik. Bahkan, topik mengenai Jero Wacik tersebut masuk dalam 10 besar trending topic dunia. Para netizen mendesak Jero Wacik muncur ari jabatan menteri yang saat itu diembannya. Namun, apakah tuduhan yang dilayangkan kepadanya itu benar? Sungguh, saat itu saya tidak mau ikut beropini karena saya meyakini apa yang tampak di permukaan belum tentu yang sebenarnya. Saat ini opini publik mudah diseret untuk kepentingan tertentu. Seseorang bisa dinilai bersalah oleh khalayak umum tanpa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Saya pun bersikap diam terhadap beberapa kasus korupsi yang menimpa para pejabat pemerintah karena saya tidak tahu apakah mereka benar-benar melakukan korupsi atau hanya terkena bala dari sesuatu yang tidak dilakukan. Saat ini, tuduhan korupsi tampaknya mudah dilayangkan tanpa melihat bukti-bukti yang kuat.

Setelah proses persidangan terbukti bahwa Jero Wacik tidak bersalah. Vonis yang ditetapkan hakim merupakan konsekuensi Jero Wacik sebagai seorang menteri yang dianggap tidak mampu mengontrol bawahannya. Ditetapkannya Jero Wacik sebagai tersangka masih terkait dengan kasus korupsi Sekjen Kementerian ESDM, Waryono Karno. Bahkan, Wakil Presiden Yusuf Kalla melakukan pembelaan terhadap Jero Wacik sehingga semua tuduhan yang dilayangkan kepadanya terbantahkan.

Jero Wacik dituduh melakukan pemerasan kepada bawahannya dan penyalahgunaan dana DOM yang terbukti tidak benar. Malah Jero Wacik dilihat sebagai sosok sederhana oleh bawahannya wakil menteri ESDM yang kerap kali menemani Jero Wacik makan siang. Apa menu makan siang seorang Jero Wacik? Jangan membayangkan makanan mahal karena ternyata Jero Wacik kerap makan siang dengan menu sate, mie rebus, dan makanan sederhana lainnya.

Saya pun jadi tertarik menelisik lebih jauh kehidupan Jero Wacik yang sebenarnya? Bagaimana sosoknya di balik jabatannya sebagai  menteri dan apa yang sikap hidup yang selama ini dijalaninya? Ternyata, benar adanya bahwa Jero Wacik merupakan sosok sederhana yang selalu bekerja kerja. Sikap sederhana Jero Wacik ini tumbuh dari kehidupannya yang cukup keras sejak kecil. Nama Jero Wacik disematkan kepadanya ternyata memiliki ‘sejarah’. Jero Wacik memiliki 7 saudara yang semuanya meninggal saat bayi. Hanya Jero Wacik yang berhasil hidup namun kehidupannya tersebut tidak mulus karena saat usia 11 bulan, beliau pernah mati suri. Beliau pun dibawa ke pura oleh orang pintar untuk diobati. Usia enam tahun, beliau diangkat menjadi pemangku pura. Saat itulah nama Jero Wacik disematkan kepadanya hingga dia tumbuh dewasa.

Jero Wacik memang memiliki otak yang cerdas sehingga beliau pun diterima kuliah di perguruan tinggi ternama di Indonesia. Ya, Jero Wacik tercatat sebagai lulusan Fakultas Teknik ITB. Selama kuliah pun beliau memperlihatkan sikap kerja kerasnya. Walaupun masih menyandang status mahasiswa, Jero Wacik sudah bekerja di beberapa perusahaan tekstil di Bandung. Jero Wacik pun tidak hanya kuliah di Fakultas Teknik karena Jero Wacik pun tercatat sebagai lulusan Fakultas Ekonomi di UI. Oleh karena itu tidak heran jika beliau pun aktif sebagai tenaga pengajar di sana. Jero Wacik pun berpengalaman bekerja di Grup Astra selama 20 tahun. Tidak hanya sebagai pekerja, Jero Wacik ;un berpengalaman sebagai pengusaha di bidang pariwisata. Saat sukses menghampiri, Jero Wacik tidak berhenti. Sikap kerja kerasnya terus tumbuh sehingga beliau terdaftar sebagai aktivis Partai Demokrat dan mengantar SBY ke kursi Presiden ke-6 RI.
Loyalitas dan kerja kerasnya pun menjadi perhatian SBY, sehingga beliau diundang ke Cikeas untuk diseleksi menjadi calon menteri. Tidak butuh waktu lama untuk beliau bisa lolos menjadi mentri. Jero Wacik pun menjabar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI pada Kabinet Bersatu RI. Selama menjabat sebagai menteri pun Jero Wacik memperlihatkan sikap kerja kerasnya dan menorehkan berbagai prestasi sehingga beliau pun diganjar penghargaan oleh SBY yang menjabat sebagai presiden saat itu. 

Sebagai seorang warga biasa, saya menilai tentunya tidak sembarang orang mendapat penghargaan dari presiden. Seorang yang mendapat penghargaan tentunya seseorang yang sangat berprestasi dan berdedikasi tinggi. Sehingga saya pun menilai bahwa pemberitaan kurang baik yang menimpa beliau selama ini tidak berimbang. Kenapa hanya kasus korupsinya yang dibicarakan padahal belum tentu kebenarannya. Sementara semua prestasi sikap sederhana dan kerja kerasnya yang selama ini dilakukan beliau seakan luput dari pembicaraan. Seringkali orang hanya melihat seseorang dari berita buruknya tanpa tahu kenyataannya yang sesungguhnya. Semoga saya bisa bersikap netral dan melihat seseorang dengan proporsi yang jelas dan nyata adanya. Bagi saya, seorang tidak bisa dinilai begitu saja tanpa melihat siapa sesungguhnya orang tersebut. Jero Wacik berhak mendapat penilaian positif juga.

Kesederhanaan dan Sikap Kerja keras Seorang Jero Wacik Kesederhanaan dan Sikap Kerja keras Seorang Jero Wacik Reviewed by Fauzi Nurhasan on 19.46 Rating: 5

6 komentar:

  1. Betul sekali. Intinya pemberitaan harus berimbang. :)

    BalasHapus
  2. sudah lama mengikuti pemberitaan tentang beliau, ternyata berita dan kenyataan berbeda, ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaah, makanya saya menelisik lebih jauh kehidupannya

      Hapus
  3. Salut sama sikap rendah hati beliau, semoga tabah dengan semua ujian

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, jadi sahabat jw aja, mbak

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.