Sayangi Diri dan Keluarga dengan Stop Merokok






Kumpulan remaja tanggung bergerombol di warung pinggir jalan, entah sekadar nongkrong sambil jari-jarinya mengepit rokok dan kepulan asap rokok membaur bersama candaan dan orolan mereka. Sepertinya pemandangan seperti itu sudah biasa, rokok sudah menyasar seluruh lapisan masyarakat termasuk para remaja tanggung yang membeli rokok dari uang pemberian orang tua mereka.Ah, sungguh sayang, andai saja mereka tahu betapa bahayanya rokok bagi keselamatan hidup mereka. 

Ah, rupanya foto paru-paru berlubang yang menurut saya sangat mengerikan belum memberikan efek takut kepada mereka. Label siapa yang lebih keren kalau merokok rupanya lebih nempel di benak mereka. Saya bersyukur, sejak kecil hidup di lingkungan bebas rokok. Bapak saya tidak merokok, kakak-kakak dan saudara-saudara laki-laki saya juga tidak merokok. Sehingga, saya dan adik-adik sejak kecil memang bebas dari asap rokok. Tidak juga ada keinginan untuk mencoba merokok. Sehingga rasanya miris jika melihat remaja-remaja sekarang begitu terpapar oleh asap rokok.

Tanggal 19 Mei 2016, saya diundang oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dalam rangka menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2016. Saya mendapat penjelasan yang lengkap mengenai bahaya rokok bagi kesehatan. Karena pesan utama HTTS adalah “Jangan Bunuh Dirimu dengan Candu Rokok”. Pesan tersebut mengisyaratkan jika rokok dapat menyebabkan kecanduan dan efek dari kecanduan tersebut bisa membahayakan nyawa manusia. Hal itu dikarenakan rokok mengandung zat yang bersifat adiktif sehingga menimbulkan kecanduan kepada perokok.

Kandungan Racun dalam Sebatang Rokok
Jika di hadapan kita terdapat makanan yang mengandung berbagai racun seperti Aceton, Naftalen, Arsenik, Tar, Methanol, Vini Chlorida, Fenol Butane, Potassium Nitrat, Polomium -201, Ammonia, DDT, Hidrogen Cianida, Cadmium, dan Carbon Monoksida, apakah kita akan menyantap makanan tersebut? Seperti kita tahu, Aceton merupakan bahan pembuat cat, Naftalen adalah bahan untuk kapur barus, Arsenik merupakan sejenis racun yang dipakai untuk membunuh tikus, Tar bahan karsinogen penyebab kakker, Methanol merupakan bahan bakar roket, Vinil Chlorida merupakan bahan plastik PVC, Fenol Butane merupakan bahan bakar korek api, Potassium Nitrat adalah bahan baku pembuatan bom dan pupuk, Polonium-201 merupakan bahan radioaktik, Amonia merupakan bahan pencuci lantai, DDT meurpakan zat yang digunakan untuk racun serangga, Hidrogen Cianida merupakan gas beracun yang digunakan di kamar eksekusi hukuman mati, Nikorin merupakan zat yang menimbulkan kecanduan, Cadmium digunakan untuk aki mobil, dan Carbon Monoksida mengikat oksigen dalam darah sehingga darah tidak menyuplai oksigen ke seluruh jaringan tubuh, biasanya terdapat dalam kanlpot kendaraan. 

Dan semua zat beracun tersebut terkumpul dalam satu piring makanan, apakah kita tetap memakannya? Rasanya sangat mustahil jika kita tetap memakan makanan yang di dalamnya terkandung sekali zat beracun. Sayangnya, semua zat beracun yang tadi disebutkan terdapat dalam sebatang rokok.  Lalu, dalam sehari berapa batang rokokkah yang sudah dihisap? Berapa banyak racun yang sudah masuk ke dalam tubuh dan menggerogoti organ dalam tubuh kita? Dalam asap rokok terdapat 4.000 jenis zat kimia dan 63 di antaranya karsinogen dan sejumlah kecil unsur beracun.? 


Perokok Aktif dan Perokok Pasif
Siapa bilang rokok hanya berbahaya bagi sang perokok? Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok aktif tapi juga dapat mengganggu kesehatan perokok pasif, yaitu orang yang berada di sekitar perokok. Asap rokok tidak hanya berbahaya pada saat rokok dihisap oleh si perokok tapi asap rokok yang menempel pada baju si perokok juga berbahaya bagi kesehatan keluarganya, seperti istri dan anak-anaknya.
Seorang suami yang di luar rumah merokok, jika masuk ke dalam rumah untuk menemui istri dan anak-anaknya harus terlebih dahulu mandi dan berganti pakaian. Sehingga asap rokok yang menempel pada baju dan badannya tidak mengontaminasi kesehatan keluarganya. Jika si perokok masuk ke dalam rumah dengan membawa asap rokok yang menempel di kulit dan bajunya, asap rokok itu dapat meracuni keluarganya. Jika sayang pada keluarga, sebaiknya berhenti merokok karena tidak hanya membahayakan diri sendiri tapi membahayakan keluarga yang disayangi.


Perokok Usia Muda
Keprihatinan saya jika melihat para remaja tanggung asyik menghisap rokok, ternyata beralasan. Seperti diungkapkan oleh dr.Theresia Sandra Diah Ratih, MHA, Kepala Subdirektorat. Sub. Penyakit pan Kronik dan Gangguan Imunologi, Kemenkes RI, menyatakan bahwa jumlah perokok usia 10-14 tahun terus meningkat dari tahun 1995 sampai 2010. Hal tersebut dikarenakan masifnya promosi produk rokok berupa iklan di media massa, televisi, radio, spanduk, billboard, dan lain-lain. Target produsen rokok adalah remaja yang memang memiliki kecenderungan selalu ingin mencoba hal baru, terutama jika itu sesuatu yang dianggap keren.

Sudah bukan hal rahasia jika rokok menjadi sponsor acara-acara musik yang disukai kaum muda. Promosi yang dilakukan pun besar-besaran, baik promo melalui media offline maupun media online. Bahkan, tidak jarang, hastag sponsor rokok menjadi pembicaran di media sosial dan berpengaruh prositif pada brand. Sementara itu, bahaya rokok sendiri tidak ada yang mengindahkan. Padahal, bahaya rokok itu nyata bagi kesehatan diri si perokok dan keluarganya.

Pelanggaran-Pelanggaran dalam Promosi Rokok
Pada acara tersebut juga hadir SFA atau Smoke Free Agents , komunitas pengendalian tembakau yang berafilisiasi dengan berbagai organisasi dan perorangan yang memiliki visi misi sama yaitu menciptakan Indonesia sehat tanpa asap rokok. Perwakilan SFA menuturkan bahwa industri rokok menggunakan berbagai cara untuk memikat kaum muda sebagai pangsa pasarnya. Salah satunya melalui acara konser music. Pihak sponsor rokok melakukan promosi mulai dari sebelym acara, acara berlangsung, dan setelah acara selesai. Mereka menyisipkan inisial produk rokok pada nama acara sebagai brand image produk. Hal ini sebenarnya sudah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) no. 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk bagi Kesehatan, pasal 36 menyebutkan bahwa “Setiap orang yang memproduksi dan/atau mengimpor Produk Tembakau yang mensponsori suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan hanya dapat dilakukan dengan ketensuan, salah satunya tidak menggunakan merek dagang dan logo Produk Tembakau termasuk brand image.

Selain pemasangan brand image, dalam setiap acara event music juga sering dilakukan promosi berupa pemberian hadiah bagi pembelian rokok dalam jumlah tertentu. Hadiah tersebut biasanya ditempeli logo dari brand image rokok sehingga hal tersebut telah melanggar PP no. 109 tahun 2015 pasal 35 yangmengatur Promosi Produk Tembakau, dalam salah satu ayatnya disebutkan bahwa Promosi dilakukan dengan tidak memberikan secara Cuma-Cuma (gratis), potongan harga, hadiah Produk Tembakau atau produk lainnya yang dikaitkan dengan Produk Tembakau.

Pelanggaran-pelanggaran tersebut disampaikan oleh SFA yang telah mengamati pergerakan promosi rokok dalam berbagai even yang disponsori rokok.

Bisa kita bayangkan jika para remaja tanggung usia 10-14 tahun sudah mulai merokok, lalu mereka menjadi kecanduan dan tidak bisa berhenti merokok? Betapa bahayanya hal tersebut bagi kesehatan mereka, belum lagi efeknya bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Foto paru-paru rusak yang terdapat dalam bungkus rokok ternyata tidak membuat takut para perokok. Sehingga memang kesadaran bahwa rokok itu berbahaya harus ditingkatnya. Rokok tidak hanya berbahaya bagi si perokok tapi berbahaya bagi keluarganya yang tidak sengaja mengisap rokok. Rokok sangat berbahaya bagi perempuan yang sedang hamil karena bisa mengakibatkan keguguran. Rokok juga sangat berbahaya bagi bayi karena bisa menyebabkan sindrom kematian mendadak pada bayi. 

Alangkah baiknya jika para orangtua yang memiliki anak-anak remaja sudah menanamkan betapa bahayanya rokok bagi kesehatan. Uang yang diberikan oleh orangtua sebaiknya digunakan dengan selayaknya untuk keperluan sekolah bukan untuk merokok. Seseorang tidak menjadi keren dengan merokok tapi seseorang lebih berarti jika dibarengi dengan kepribadian baik dan prestasi gemilang.

 

Sayangi Diri dan Keluarga dengan Stop Merokok Sayangi Diri dan Keluarga dengan Stop Merokok Reviewed by Fauzi Nurhasan on 00.49 Rating: 5

3 komentar:

  1. kebanyakan ruginya daripada manfaatnya seharusnya dari dulu ditiadakan,

    BalasHapus
  2. Perlahan ane coba untuk berhenti ngerokok sekarang

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah ane sudah berhenti total dari merokok masbro, sayang anak soalnya..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.