Aplikasi Pawoon Hadir di #SMESCODigipreneurDay Agar UKM Go Global




Indonesia menyambut 58 juta UMKM. Menurut data, di Indonesia terdapat 100 juta pengguna internet dan 50% dari jumlah tersebut adalah wirausaha UMKM. Namun, sayangnya dari jumlah tersbeut masih kurang dari 10%, UMKM yang melek digital dan memanfaatkan teknologi digital. Sementara itu, negara-negara lain sudah melakukan segala hal dengan digital sehingga perekonomiannya meningkat dengan drastis. Kenyataannya, Indonesia masih ketinggalan jika dibandingkan dengan negara lain. Oleh karena itu, pemerintah sangat ingin mengembangkan digital bagi UMKM agar UMKM bisa go global. Hal tersebut disinggung oleh Presiden Jokowi yang menyebutkan bahwa UMKM bisa menjadi lokomotif perekonomian Indonesia.

Beberapa waktu terakhir, saya banyak mengikuti kegiatan wirausaha UMKM. Mulai dari wirausaha Jabar sehingga sedikitnya saya lebih mengenal UMKM dan sangat mendukung UMKM untuk go global. Sehingga saya pun sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh SMESCO yang ingin meningkatlan perannya menjembatani UMKM agar memiliki produk berkualitas. Saya pun dengan semangat menghadiri acara #SMESCODigipreneurDay yang merupakan event untuk mempromosikan produk-produk UKM Smesco, pengusaha binaan UKM, program dan kegiatan Smesco, dan lain-lain. Pada acara #SMESCODigipreneur pertama saya mendapat banyak pengalaman berharga, begitu pun dengan event #SMESCODigipreneur kedua yang bertema “The Power of Content” yang dilaksanakn pada hari Sabtu, 18 Juni 2016. Pada event kali ini, Smesco mengadakan sesi video coaching yang disinergikan dengan talkshow bisnis dari para narasumber digital.

“Dari kolaborasi ini diharapkan dapat membangkitkan rasa memiliki dan tanggung jawab sekaligus menjadi inspirasi di kalangan digitalpreneur untuk memajukan produk UKM, khususnya di Smesco melalui karya video yang menarik dan informative,” Ungkap Ahmad Zabadi, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM dalam sesi talkshow-nya.

Pada sesi video coaching bertajuk One Shoot for UKM Go Word,  Smesco mengundang Bening Kharisma Buwana dan Yosa Tobing untuk memberikan pelatihan teknis membuat video dan content promosi. Mereka berdua merupakan profesional videographer yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam membuat video. Yosa Tobing yang lulusan jurusan broadcasting di UI menyebutkan perbedaan antara camera person dan videographer. Jika camera person lebih sepert operator kamera sementara videographer harus memiliki inisiatif sendiri dalam pembuatan video, harus tahu angle yang tepat dalam pengambilan gambar, harus tahu tentang lighting, dan memiliki improvisasi. Contonya, saat membuat film documenter, seorang videographer harus bisa membuat sbeuah video documenter dengan durasi yang tidak panjang serta tidak membosankan untuk ditonton. Tentunya hal itu membutuhkan kreativitas selain skil yang mumpuni.

Yosa pun memaparkan bagaimana membuat video produk yang menarik. Apalagi sekarang menjelang lebaran dan merupakan waktu yang sangat tepat memperkenalkan produk-produk ritel. Walaubagaimana pun produk-produk ritel merupakan jantung perekonomian dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan menyajikan video produk yang menarik akan membuat konsumen langsung memilih produk kita.
Salah satu hal penting dalam membut video adalah persiapan. Kita harus tahu terlebih dahulu akan membuat video apa? Video yang seperti apa? Dan bagaimana mengerjakannya? Setelah semu persiapan sudah selesai, kita bisa membuat video sesuai dengan konsep yang kita inginkan. Kita juga harus memperhatikan content video. Bagaimana caranya agar content video tepat kepada penontonnya sehingga selain segi artistic harus memuat segi informative atau pesan yang ingin disampaikan.

Selain video coaching pada event kali ini Smesco mengadakan talkshow yang menghadirkan para pembicara di bidang digital, di antaranya ada Tajudin Maulana, owner Sarung Tajmaul yang berhasil menembus pasar globar. Bersama Pak Ahmad Zabadi, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM, Tajudin Maulana memberikan sharing strategi menembus market global dan peran Smesco menjadi jembatan pemasaran UKM.

Menurut saya yang paling menarik adalah sesi tiga yaitu talkshow yang menghadirkan para ahli digital seperto Andi Silalahi sebagai Digital Practioner dari Bdigital, Jose Ricardo Santos, Co-Founder Bdigital. Nathan Roestandy dari zulu.co.id, Rubie Limpoyie, Co Founder Startup Ecommerce apana.id. dan Bagus Rachman, Direktut Bisnis dan Marketing Lembaga Layanan Pemasaran (LLP)KUKM. Pada sesi ini, tema yang dibahas adalah meningkatkan penjualan untuk ekspor di era digital (cased study mendigitalkan sratup menembus market global).

“Sebagai UKM, kita seharusnya sudah memikirkan bagaimana cara menjangkau pelanggan yang lebih luas,” ucap Andi Silalahi yang menyampaikan bagaimana pentingnya UKM ber-ecommerce. Hal tersebut berdasarkan hasil perjalanan Andi ke luar negeri dan menemukan fakta bahwa negara-negara maju itu sangat memberdayakan UKM. Andi juga menyebutkan pentingnya bagi UKM untuk memiliki rumah maya berupa website yang bisa menjangkau pelanggan dari luar negeri. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan nilai ekspor Indonesia. Karena Indonesia masih kalah dengan negara lain untuk nilai ekspornya padahal Indonesia memiliki kekayaan alam dan kekayaan sumber daya yang sangat banyak. Salah satu cara meningkatkan nilai ekspor yaitu dengan memiliki website. Dalam membuat website, yang harus diperhatikan juga adalah content. Bagaimana pemilik website membangun content yang tepat sehingga mneggiring netizen untuk membeli produknya. Ada tiga komponen dari content yang harus diperhatikan yaitu content yang informatif, promosi content, dan entertain content. Ketiga hal tersebut jika diramu dengan baik akan membuat website ramai pengunjung.

Selanjutnya Nathan Roestandy dari zulu.co.id menceritakan mengenai zulu yaitu sebuah perusahaan inovatif yang mengandalkan digital dalam perkembangannya. Salah satu produk inovatif zulu.co.id adalah hem berblue toot. Dengan helm tersebut, pengendara motor dapat mendengarkan musik,menjawab telepon karena berfungsi juga sebagai hansfree, dan lian-lain. Konsep helm berblue tooth ini hadir karena melihat dinamika masyarakat urband yang modern dan membutuhkan hiburan dan informasi dengan cepat walaupun sedang mengendarai motor. Fitur blue tooth dalam helm tersebut merupakan nilai tambah dengan menggunakan teknologi murah dan terjangkau namun bermanfaat untuk masyarakat.

Pak Bagus Rachman sendiri selaku Direktur Bisnis dan Marketing LLP KUKM mengungkapkan bahwa Smesco sendiri fokus produk untuk ekspor karena data di Kementerian Perdagangan ternyata baru 16% KUKM yang melakukan ekspor, dan masih kurang dari 10% KUKM yang menggunakan digital dalam proses bisnisnya. Oleh karena itu, Smesco mendukung program pemerintah yang memberikan 1 juta domain dan hosting gratis kepada UKM. Diharapkan para pengusaha UKM tidak hanya aware tentang digital tetapi juga bisa memanfaatkan teknologi digital.

Salah satu produk digital yang diluncurkan pada event kali ini adalah Pawoon, sebuah aplikasi kasir online berbasis cloude server. Pawoon hadir karena melihat bahwa para UKM yang ragu menjalankan bisnisnya karena ketakutan adanya perbedaan antara cost dan inventori jika penghitungan kasir dilakukan secara manual. Bukannya mendapatkan untung malah rugi jika pengelolaan kasir tidak tepat. Oleh karena itu Pawoon dibuat untuk memenuhi kebutuhan para UKM. 



Pawoon sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya dapur. Dapur sendiri bagi masyarakat lokal sama seperti sebuah jantung dalam rumah. Keberadaan pawoon mempengaruhi seluruh rumah karena jika dapur ngebul maka seisi rumah sejahtera. Begitu pun dengan sistem kasir yang sangat penting bagi sebuah bisnis dan diumpamakan juga sebagai jantung. Oleh karena itu nama Pawoon dipilih dan menjadi aplikasi kasir online yang membantu para pengusaha UKM menjalankan bisnisnya.

Dengan aplikasi ini diharapkan para pebisnis UKM bisa mendapatkan beberapa hal, di antaranya:
1.       Keamanan terkait keuangan mereka karena setiap transaksi tercatat.
2.       Monitoring persediaan barang mereka secara up to date, sehingga dapat melakukan perencanaan pembeliaan dengan baik.
3.       Memungkinkan analisis penjualan, seperti konsumen mana yang memiliki pembeliaan berulang dan juga analisis pola penjualan (lebih laku pada jam berapa, hari apa, dst)

Aplikasi Pawoon dapat diunduh secara gratis di google play dan cukup membayar sekitar 190 ribuan per bulan sudah bisa menikmati fasilitas digital dari Padahal. Padahal sistem digital ini harganya bisa sangat mahal sampai ratusan juta. Namun, dengan misi ingin meningkatkan kualitas UKM sehingga bisa memiliki kualitas bintang lima dan harga kaki 5, Pawoon hadir dengan biaya yang sangat murah. Pawoon sendiri merupakan hasil karya anak bangsa yang sudah mengembangkan kerja sama dengan aplikasi pembukuan Indonesia nomor satu yaitu Zahir. Hal tersebut memungkikan UKM memiliki laporan keuangan sebagaimana dibutuhkan sebagai syarat minimal pengajuan kredit bank. Bahkan, oengguna Pawon bisa memiliki kesempatan mengajukan kredit modal ke bank karena Pawoon sendiri sudah belerja sama dengan pihak Bank.


Pawoon sendiri sangat mudah digunakan karena menggunakan bahasa Indonesia dan cara-cara menggunakannya pun sangat mudah. Jadi, bagi para pebisnis UKM mengaku gaptek jangan khawatir, panduan penggunaan aplikasi pawoon sangat mudah sehingga bisa dengan cepat menggunakannya. An Sistem operasinya sangat simple sehingga bisa digunakan oleh siapa saja.

Pawoon menghadirkan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Aplikasi Pawoon sudah mencakup data transaksi penjualan, fitur inventory management, sehingga sangat minim kecurangan bisa dilakukan oleh karyawan.Tentunya aplikasi ini sangat berguna dan bermanfaat bagi para pengusaha UKM.
Aplikasi Pawoon Hadir di #SMESCODigipreneurDay Agar UKM Go Global Aplikasi Pawoon Hadir di #SMESCODigipreneurDay Agar UKM Go Global Reviewed by Fauzi Nurhasan on 19.43 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.