Revitalisasi Koperasi di Tengah Persaingan MEA




Masyarakat Ekonomi Asean yang disingkatmenjadi MEA memang sudah berada di tengah-tengah kita. Banyak diskusi diadakan yang membahas masalah tersebut. Pembahasannya biasanya menyangkut seberapa siap kita, bangsa Indonesia bersaing bebas dengan negara-negara Asean. Para pengusaha UKM yang digadang-gadang bisa nenjadi lokomotif perekonomian Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan pengusaha-pengusaha di Asean. Selain UKM, ada lagi soko perekonomian yang bisa diharapkan mampu bersaing dan membangkitkan ekonomi nasional. Itulah Koperasi. Namun,  pertanyaannya, sudah siapkah koperasi bersaing di kancah MEA? Apa yang harus dilakukan oleh Koperasi.

Pembahasan tersebut pun mencuat menjadi Seminar yang diadakan oleh Forum Wartawan Koperasi yang bekerja sama dengan Humas Kementerian Koperasi dan UKM yang mengadakan Seminar Nasional Revitalisasi Koperasi di Tengah Masyarakat Ekonomi ASEAN. Acara ini diadakan tanggal 27 Juni 2016 dengan mengundang beberapa narasumber yaitu Bapak Agung Sudjatmoko selaku Ketua Harian DEKOPIN, Bapak Bowo Sidik Pangarso, SE selaku Anggota DRP/MPR RI A-272, dan Bapak Choirul Djamhari. Acara ini dibuka oleh Bapak Heriyanto selaku Ketua Forum Koperasi dan mengundang Bapak Agus Muharram, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM untuk memberikan keynote speech. 

Situasi perekonomian saat ini memang selalu mengalami perubahan.Oleh karena itu perlu banyak hal yang harus dibenahi dan dilakukan reformasi total. Aspek-aspek yang harus dilakukan yaitu rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan ekonomi. Semua itu harus dilakukan dalam berbagai bidang sehingga terjadi perubahan yang signifikan.Sementara itu, koperasi sebagai bagian dari perekomian Indonesia memiliki permasalahan di antaranya masalah kelembagaan, permodalan, dan pengembangan teknologi IT yang belum menyeluruh dan merata.

 Oleh karena itu, Agung Sudjatmoko menungkapkan betapa pentingnya modernisasi tata kelola koperasi, dikarenakan beberapa hal:
1.       Koperasi sebagai badan usaha harus mampu menyesuaikan tuntutan zaman sesuai dinamika ekonomi, strategi persaingan bisnis, rekayasa perusahaan dan rekayasa organisasi bisnis dan keterkaitan kepedulian sosial perusahaan.
2.       Perkembangan teknologi telah dibarengi dengan perubahan kehidupan sosial masyarakat yang membawa perubahan perilaku ekonomi masyarakat dalam berproduksi dan berkonsumsi.
3.       Ekselerasi perkembangan dan kemajuan badan usaha lain sangat cepat di lain pihak ekselerasi koperasi belum sepadan dengan kondisi itu.
4.       Ketimpangan yang tinggi kemampuan usaha koperasi dibandingkan badan usaha lain, maka tidak ada pilihan lain koperasi haris mengubah diri untuk melakukan konsolidasi bisnis dan meningkatkan kemampuannya terutama menggali potensi ekonomi anggota dengan melakukan inovasi dan kreasi baru serta memperbesar jumlah anggota.

Lalu apa yang harus dilakukan agar bisa dilakukan revitalisasi koperasi?
1.       Fokus bisnis
2.       Konsolidasi bisnis (joint financing, joint buying, joint selling)
3.       Modernisasi manajemen (suprastruktur dan infrastruktur manajemen)
4.       Kerja sama antarkoperasi maupun dengan badan usaha lainnya.
5.       Menggunakan multistrategi bukan moo atau dual strategi lagi karena lingkungan bisnis sudah berubah.

Bisa dilakukan revitalisasi dengan mewujudkan “5 sehat” koperasi, yaitu:
1.       Sehat anggota: jumlah anggota, partisipaso anggota, keaktifan anggota, produktivitas anggota.
2.       Sehat organisasi: tata kelola organisasi, kegiatan keorganisasiaan (RAT), lingkup kerja sama, dan penerapan prinsip dan nilai-nilai organisasi dalam pengelolaan organisasi koperasi.
3.       Sehat usaha: volume usaha, jumlah unit usaha, lingkup usaha koperasi, kerja sama bisnis, pengelolaan berbasis IT.
4.       Sehat modal: struktur permodalan, asset koperasi, rasio keuangan koperasi.
5.       Sehat manajemen: tata manajemen, kompetensi pengelola, sistem kompensasi dan penerapan SOP serta kaidah-kaidah tata manajemen yang modern dan profesional.

Di lain pihak, Bowo Sidik menyampaikan bahwa dengan adanya MEA  akan terjadi integrasi yang berupa free trade area atau area perdagangan bebas, penghilangan tariff perdagangan antarnegara ASEAN, serta pasar tenaga kerja dan pasar modal yang beba, yang akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi tiap daerah. Konsekuensinya, Koperasi sebagai salah satu badan usaha ekonomi akan memperoleh kekebasan dan persaingan bebas dalam perdangan barang, jasa, dan investasi di kawasan ASEAN.
 Indeks daya saing di egara ASEAN, antara Inonesia dengan Thailand sama yaitu 4,1. Namun, Indonesia masih kalah dari Singapura dan Malaysia.  Bank Kerjasama Rakyat Malaysia koperasi kredit yang berkaulitas international dengan anggota hampir 1 juta orang dan 2081 koperasi, NUTC Fair Price koperasi konsumen di Singapura menguasai 50% pasar ritel di sana dengan anggota 500.000.

Strategi yang bisa dilakukan koperasi untuk menghadapi MEA yaitu dengan cara sebagai berikut.
1.       Perkuat SDM: Koperasi harus profesional Interaksi dengan badan usaha yang profesional dan profit harus intensig sehingga ada transfer nilai dan kulur profesional.

2.       Perkuat organisasi: Bemitra dengan badan usaha dari dalam dan luar negeri merupakan pilihan strategis, termasuk jaringan koperasi dari luar negeri.
3.       Ciptakan inovasi: manfaatkan teknologi dalam semua aspek, dari produksi, manajemen hingga marketingnya. Koperasi Indonesia harus jadi bagian penting pengembangan ekonomi kreatif termasuk IT.
4.       Naikkan kelas: dari usaha untuk mencukupi kebutuhan anggota menjadi usaha yang kompetitif dan berdaya saing, tanpa meninggalkan prinsip-pronsip dasar koperasi. Memasuki pasar negara-negara MEA tanpa kehilangan pasar di Indonesia.

Bapak Choiru Djamhari mengungkapkan hal yang kurang lebih sama yaitu bahwa Koperasi harus melakukan banyak peningkatan agar bisa naik kelas dan bersaing dengan negara-negara MEA. Peningkatan produktivitas kerja, daya saing, nilai tambah, dan kualitas kerja.
Revitalisasi Koperasi di Tengah Persaingan MEA  Revitalisasi Koperasi di Tengah Persaingan MEA Reviewed by Fauzi Nurhasan on 16.20 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.