Cintai Produk dalam Negeri Agar UKM Go Global




Kamu lebih pede mana? Menenteng tas asli  dengan merek lokal atau tas KW dengan merek luar? Kalau saya sih lebih percaya diri menenteng tas merek lokal tapi asli, bukan KW. Kalau bisa menenteng tas merek luar bukan KW, lebih percaya diri, dong. Ups … ilustrasi tersebut menunjukkan betapa brand luar lebih dihargai dan dipercaya. Bahkan, orang rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk bisa menggunakan produk dengan brand luar. Bahkan, konon kabarnya ada satu merek tas yang harus waiting list untuk bisa beli. Saya sendiri pernah menyaksikan sendiri, orang rela antre mengular di depan sebuah toko tas di Singapura. Antrenya itu kayak orang antre sembako. Hadeuuh, kayaknya bagi mereka, tas branded lebih penting daripada sembako.

Oke, bicara tentang brand luar dan produk lokal mau nggak mau kita akan membahas tentang KUMKM. Kenapa? Karena kebanyakan produk lokal masih dianggap bisnis skala kecil dan menengah sehingga skalanya disebut KUMKM. Namun, jangan salah kalau banyak lho KUMKM sudah berhasil mengekspor produknya ke luar negeri. Bahkan, produk-produknya sudah diakui oleh para pembeli di luar. Sayangnya, banyak produk lokal yang dihargai di luar negeri namun belum dikenal di negeri sendiri. Padahal, Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta dan menjadi incaran produk luar. Banyak produk luar yang ingin memasuki pasar Indonesia karena mengetahui potensinya yang sangat besar. Oleh karena itu, diperlukan ketangguhan daya saing UKM agar bisa bersaing di pasar global. Hal tersebut pun menjadi diskusi menarik di Gedung SMESCO yang merupakan wadah promosi UKM.


Acara diskusi yang diprakarsai oleh SMESCO ini bertajuk Ketangguhan Daya Saing UKM di Pasar Globar dan diselenggarakan pada 13 Agustus 2016 di Gedung SMESCO, Jakarta. Acara diskusi ini semakin meriah dengan hadirnya BApak Dedi Gumelar atau lebih dikenal dengan nama Miing Bagito. Diskusi ini membahasa peran pemerintah dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Sebagai narasumber pertama Bapak Ahmad Zabadi, Presiden Direktur LPP KUMKM (Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah) menguraikan tentang peranan pemerintah yang sangat serius dalam menumbuhkan iklim wirusaha dengan terus mengembangkan UKM. Langkah yang sudah dilakukan pemerintah yaitu dengan cara menjadikan SMESCO sebagai wadah promosi dan penghubung bagi para potensial buyer sehingga terjadi ekspor.

Bapak Ahmad Zabadi menjelaskan bahwa SMESCO merupakan lembaga yang diprakarsai oleh Mentri KUMKM yang ingin menatukan UKM di Indonesia sehingga bisa tumbuh kuat dan bersaing di pasar global. LPP KUMKM menyediakan fasilitas untuk meningkatkan potensi KUKM yaitu tempat untuk memajangkan produk atau product display pada Galeri Indonesia WOW, mengadakan event UKM secara rutin, membantu promosi ke negara-negara sahabat, capacity building dan pendampingan.


Apa yang menjadi kendala UKM untuk bersaing di pasar global? Ternyata UKM sering terkendala shipping yang menghabiskan biaya sekitar 30% untuk ekspor. Oleh sebab itu, LPP KUKM bekerja sama dengan Sucifindo dalam e-consolidator untuk informasi ketersediaan kargo keperluan ekspor.


Saya sendiri setuju dengan pesan dari Bapak Ahmad Zabadi bahwa sebenarnya yang mengalahkan produk kita adalah mindset masyarakat yang lebih menyukai merek asing. Padahal produk dalam negeri tidak kalah kualitas dan modelnya dengan produk luar. Oleh karena itu, cintailah produk dalam negeri agar kita turut berperan dalam pertumbuhan ekonomi negara dan bangsa.

Cintai Produk dalam Negeri Agar UKM Go Global Cintai Produk dalam Negeri Agar UKM Go Global Reviewed by Fauzi Nurhasan on 07.05 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.