Berkat AMT Roda Ekonomi Pun Berputar



Bahan Bakar Minyak (BBM) memang merupakan salah satu item penting dalam kehidupan masa kini. Setiap pergerakan BBM sangat berpengaruh pada kehidupan kita, baik itu kenaikan harga BBM juga penurunan harga BBM. Seringkali kenaikan harga BBM mengguncangkan suasana politik tanah air bahkan emosi masyarakat sehingga tidak jarang mengakibatkan demo penurunan harga BBM. Tidak ayal lagi, BBM memang sangat berpengaruh terhadao roda perekonomian masyarakat. Harga BBM naik maka semua harga kebutuhan pokok dan yang nonpokok pun cenderung naik. Namun, pernah kita sadari bagaimana BBM yang begitu pentingnya tersebut bisa sampai ke tangan kita dan membuat kendaraan kita bisa bergerak?

BBM memang merupakan sebuah bisnis besar yang menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Saat ini BBM merupakan item penting yang menunjang kehidupan manusia. Sehingga kehadirannya tersebut sangatlah penting. Terbayang enggak jika suatu saat distribusi BBM terhenti karena tidak ada yang mau mengantarkan BBM ke SPBU? BBM-nya ada tapi tidak ada yang mau mengantarkan? Waah, berabe, bukan? Oleh karena itu memang peran pengantar BBM atau dikenal dengan nama AMT sangatlah penting. AMT sendiri singkatan dari Armada Muat Tangki. Nah, bagaimana jika para AMT ini mogok kerja dan tidak mau mengantarkan BBM? Semua repot, khan.Oleh karena itu saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti cara kerja para AMT di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang pada 17 November 2016. Saya bisa melihat langsung cara kerja mereka.
Seperti yang sudah saya duga, bekerja dengan sesuatu yang sangat penting tentunya harus dikerjakan dengan sistem yang sangat ketat agar tidak terjadi kesalahan yang bisa berakibat fatal. Apalagi yang dibawa para AMT adalah BBM dalam jumlah ribuan liter yang bisa sangat berbahaya dan merugikan banyak pihak jika terjadi keteledoran.

Ternyata memang para AMT ini bukanlah pegawai Pertamina melainkan pegawai dari rekanan PT Patra Niaga yang merupakanla anak buah perusahaan PT Pertamina (persero) dan ditunjuk Pertamina untuk mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah di Indonesia. Sebagai perusahaan, PT Patra Niaga bertanggung jawab penuh terhadap masalah pendistribusian tersebut sehingga membuat alur kerja yang sangat ketat bagi para AMT. AMT yang akan bertugas harus melakukan prosedur pertama yaitu finger print di TBBM. Lalu, sebelum bertugas, sang AMT harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Prosedur tersebut sangatlah penting karena perusahaan tidak akan menugaskan AMT yang sedang sakit, kondisinya kurang fit, dan kelelahan. Tentunya sangat berbahaya jika seorang AMT yang sedang kelelahan harus mengendarai truk tangki minyak. Jika seorang AMT kedapatan sedang tidak baik kondisinya maka dia akan diminta istirahat di tempat yang sudah disediakan.

Kira-kira ada berapa AMT ya yang bertugas mendistribusikan BBM? Ternyata, PT Patra Niaga memiliki 1200 AMT dan 257 armada yang melakukan distribusi BBM ke puluhan SPBU yang tersebar di wilayah Jabotabek dan Sukabumi. Bagaimana sih jam kerjanya? Ternyata para AMT bekerja selama 12 jam dengan empat hari kerja dan dua hari off. Jam kerja tersebut mengacu pada ketentuan HSSE (Healthy, Safety, Security and Environtment).

Tentunya pihak PT Patra Niaga sudah melakukan prosedur dengan tepat baik itu kepada kliennya PT Pertamina dan kepada karyawannya sendiri dengan membayar upah sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) setempat, ditambah Upah Performansi sebagai pengganti Upah Lembur. Upah Performansi dibayar sesuai dengan kinerja kerja para AMT. Upah Performansi ini sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga menyediakan kompensasi tambahan yaitu Uang Prestasi berupa beasiswa bagi anak-anak para AMT yang berprestasi.

Satu mobil tanki dioperasikan oleh dua orang AMT yaitu AMT 1 dan AMT 2. AMT 1 sebagai driver dan AMT 2 sebagai co-driver. Nah, AMT 2 bisa lho naik jabatan menjadi AMT 1 setelah melalui beberapa tes/ujian dan tantangan yang ditetapkan oleh PT Pertamina. Jika terjadi sesuatu pada AMT 1 dan AMT 2 sudah disiapkan AMT cadangan lho, sehingga pendistribusian bisa terus berjalan. Dari segi bisnis tentunya akan sangat merugikan jika ada armada yang tidak berjalan. Oleh karena itu sangat perlu antisipasi.

Prosedur kerja AMT
1.       AMT datang ke TBBM untuk scan fingers
2.       Cek kesehatan
3.       Validasi di Mesin Kios
4.       Mengambil segel di petugas jaga
5.       Scan segel sampai keluar struk segel
6.       Mengambil uang jalan
7.       AMT melakukan pengisisan di filling sheed sesuai LI (Loading Instruction) yang didapat di gate in dan sudah ditentukan.
8.       Setelah melakukan pengisian, AMT mengambil surat jalan di gate out
9.       Di gate out, AMT mengetahui SPBU mana yang hendak diisi
1 Semakin jauh pengiriman semakin besar upah performanya.
1  AMT bisa mengetahui jumlah tambahan gaji melalui Anjungan Performansi Mandiri Mesin


Sementara itu, beberapa waktu yang lalu tersiar kabar aksi mogok para AMT yang menuntut untuk dijadikan karyawan tetap Pertamina. Saya pun mendapatkan penjelasan mengenai hal tersebut dari Bapak Bahtra Insan TS selaku Manager Corporate Communication & CSR. Beliau menjelaskan bahwa PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dengan Awak Mobil Tanki (AMT) tidak memiliki okatan kerja sevara langsung. PPN menggunakan jasa perusahaan penyedia tenaga kerja AMT dengan sistem borongan dan masa kontrak kerja selama dua tahun. AMT merupakan karyawan dari perusajaan penyedia tenaka kerja, misalnya jika di TBBM Plumpang dikelola oleh PT Sapta Sarana Sejahtera. Jika terjadi pergantian vendor, para AMT telah mendapatkan haknya berupa pesangon maupun hal lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
PT Pertamina Patra Niaga pun sudah melakukan berbagai cara untuk menyelesaikan permasalahan aksi mogok tersebut. Tentu saja aksi mogok tersebut memengaruhi proses pendistribusian BBM. 


Untungnya PPN sudah melakukan antisipasi dngan menyiapkan AMT cadangan dan membentuk Tim Satuan Tugas (SATGAS) untuk melakukan pengawasan dan koordinasi terpadu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. PPN juga melakukan koordinasi dengan aparat Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk pengamanan atas kemungkinan terjadinya tindakan anarkis oleh pengunjuk rasa. 


Saya angkat topi dengan kinerja PPN yang berusaha tetap menstabilkan keadaan walaupun demo sedang berlangsung. Bukankah sampai saat ini tidak terjadi masalah kekurangan BBM? Bukankah sampai hari ini kendaraan kita masih tetap jalan pasokan BBM tersedia di SPBU? Angkat topi juga bagi para AMT yang terus melaksanakan tugasnya dengan baik di tengah situasi yang kurang kondusif. Semoga segala permasalahan cepat tertangani dan semua pihak merasa puas dengan segala solusi yang ada.

#BisnisPertamina
#AwakMobilTanki
#PengantarEnergi
Berkat AMT Roda Ekonomi Pun Berputar Berkat AMT Roda Ekonomi Pun Berputar Reviewed by Fauzi Nurhasan on 22.39 Rating: 5

6 komentar:

  1. Nggak bisa bayangin kalau nggak ada BBM, masa kita jalan kaki lagi? walau olahraga emang perlu tapi untuk menuju suatu tempat yg jauh, kendaraan bermotorlah yang paling ok. Nice artikel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali bunda Elisa Koraag, atas jasa para awak AMT lah akhirnya BBM bisa mebyebar keseluruh wilayah di Indonesia, dan membuat perekonomian masyarakat menjadi lancar.

      Hapus
    2. Wkwkwk.. Jalan kaki bali ke zaman dulu.. 😰😰😰

      Hapus
  2. baru tau aku, tuh BBM sumber edarnya dari Plumpang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Depoy Pertamina yang ada di Plumpang untuk pendistribusian BBM ke wilayah JABODETABEK dan Sukabumi.
      Depot Pertamina yang ada di Plumpang ini juga merupakan depot Pertamina yang paling besar di Indonesia.

      Hapus
    2. Depoy Pertamina yang ada di Plumpang untuk pendistribusian BBM ke wilayah JABODETABEK dan Sukabumi.
      Depot Pertamina yang ada di Plumpang ini juga merupakan depot Pertamina yang paling besar di Indonesia.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.