Kado untuk si Kecil: Trip Bareng ke Pulau Pahawang




“Ayah, Athan mau berenang di laut,” seru jagoan cilik yang baru genap usia 4 tahun ini. Pada hari ulang tahunnya yang keempat, si sulung memang tidak meminta kado apa-apa.Tapi sebagai ayah, rasanya ingin memberikan kado special pada momen pertambahan usianya.  Fathan memang termasuk anak yang aktif dan hobinya berenang, baik di kolam renang maupun di pantai. Ah, bagaimana kalau liburan ke Lampung menjadi kado untuknya. Tiba-tiba tebersit ide untuk mengajak Fathan ngetrip bareng #BloggerCihuy. Tapi nanti bakalan rewel enggak,ya.Maklum ini khan bukan acara trip keluarga, tapi trip bareng blogger. Hmm… menurut Bundanya sih, enggak apa-apa, anak-anak diajak jalan-jalan biar wawasan bertambah. Okelah, jagoan cilik ini pun kembali ikut ayahnya jalan-jalan. Kali ini Lampung sebagai kota tujuan, setelah sebelumnya diajak jalan-jalan ke Bengkulu danPalembang.


Perjalanan bareng #BloggerCihuy memang seru. Setelah melewati hari pertama menikmati keindahan Kota Lampung, kami pun ditantang untuk menjelajahi Pulau Pahawang dan mengeksplorasi keindahan alam bawah lautnya. Baiklah, Fathan suka berenang di pantai, dia pasti suka diajak jalan-jalan ke Pulau Pahawang. Oh  iya, Pulau  yaitu Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil. Untuk mencapai pulau ini, kami harus ke Dermaga Ketapang terlebih dahulu yang jaraknya kurang lebih ditempuh selama dua jam dari Kota Bandar Lampung. Pulau Pahawang ini terletak di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Di Pulau Pahawang besar terdapat enam dusun yaitu Dusun Suak Buah, Dusun Penggetahan, Dusun Cukuh Nyai, Dusun Kalangan, DUsun Jeralangan, dan Dusun Pahawang. Untuk menuju Pulau Pahawang dibutuhkan sekitar satu jam perjalanan menggunakan kapal motor tradisional dari Dermaga Ketapang.
Pulau Pahawang Besar memiliki banyak spot snorkeling yang indah. Di kedalaman 1 sampai 3 meter, terdapat banyak terumbu karang yang masih alami. Sementara itu, jika air laut sedang surut akan terlihat jembatan alami atau Pasir Timbul yang menghubungkan Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil.


Waktunya Menyelam
Pulau Pahawang memang menjadi tujuan wisata bagi wisatawan yang ingin snorkeling dan diving. Saya pun tentunya tidak ketinggalan ingin mencoba olahraga yang satu itu. Fathan sudah antusias sekali ingin mencoba menyelam. Sayang dia masih terlalu kecil, agak berbahaya juga, Jadi hanya saya yang mencoba menyelam dan melihat keindahan alam bawah laut di sana.Oh iya, bagi yang tidak bisa berenang pun ternyata bisa snorkeling dan diving, lho. Hanya saja arus bawah laut agak deras jadi buat yang nggak bisa berenang agak riskan juga.


Sebelum melakukan olahraga snorkeling dan diving, peserta mendapat pengarahan terlebih dahulu dari life guard yang mendampingi kamin tentang bagaimana menggunakan alat menyelam. Bagaimana jika alat pernapasan kemasukan air, bagaimana jika kacamata berembun. Sehingga kami pun merasa nyaman dan aman menggunakan perlengkapan menyelam.

Snorkeling dan Diving merupakan pengalaman seru dan menarik untuk kami semua. Wah,coba kalau Fathan sudah bisa ikut menyelam pasti dia antusias sekali. Tidak apa-apa, nanti kalau sudah agak besar dan bisa berenang, saya akan ajak dia untuk mencoba snorkeling dan diving. Sehingga dia pun bisa melihat keindahan alam bawah laut.

Kami pun puas bersnorkeling ria hingga kelelahan. Waktunya istirahat dan makan siang,kami pun diajak makan siang di Pulau Pahawang Besar. Di sana kami makan siang sambil bincang santai dengan anggota Lampung Dive Club.

Lampung Diving Club
Oh iya, perjalanan kami ke Pulau Pahawang ini didampingi oleh para life guard yang tergabung dalam sebuah komunitas bernama Lampung Diving Club. Saat ini klub ini terdiri atas 26 anggota. Klub yang memiliki misi memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perlunya diver-diver pemula yang bisa menyebarkan informasi kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan laut dengan tidak membuang sampah di laut dan tidak mengganggu ekosistem bawah laut.

“Lingkungan laut harus dijaga, caranya dengan tidak membuang sampah ke laut. Jika buang sampah ke laut harus tanggung jawab dengan nyebur dan ambil kembali sampahnya,” ucap Mayang Djausal, salah satu founder komunitas ini.

“Lampung Diving Club memiliki target melahirkan para diver pemula sebanyak 200 orang untuk menunjang program ini,” ppar Arie Nanda Djausal, kakak dari Mbak Mayang Djausal sekaligus Ketua LDC.
Wah, betul banget, menurut saya memang ekosistem laut wajib dijaga kelestariannya agar bisa jadi warisan untuk anak cucu kita kelak. Saya sangat berharap, kelak Fathan bisa kembali ke Pulau Pahawang dan menjelajahi keindahan alam bawah lautnya. Anak-anak bisa mencintai kekayaan alam negeri ini yang tiada habisnya.


Liburan di Pulau Pahawang sangat berkesan untuk saya dan Fathan. Fathan pun puas berenang di tepi pantai dan bermain pasir. Hingga dia kelelahan dan tidur lelap dalam perjalanan pulang. Semoga ini menjadi kado indah di usianya yang keempat tahun dan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan olehnya.


Kado untuk si Kecil: Trip Bareng ke Pulau Pahawang Kado untuk si Kecil: Trip Bareng ke Pulau Pahawang Reviewed by Fauzi Nurhasan on 01.44 Rating: 5

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.