Bertualang di Wisata Alam Hutan Mangrove Karangsong





Hutan Mangrove merupakan salah satu ekosistem yang penting di lingkungan pantai. Hutan mangrove atau hutan bakau merupakan hutan yang tumbuh di tempat terjadinya pelumpuran bahan organik. Dalam ekosistem mangrove hidup beberapa populasi di antaranya kepiting, kepiting lumpur, dan tentu saja populasi pohon bakau. Tumbuhan yang hidup di hutan mangrove sangatlah unik karena memiliki ciri gabungan antara tumbuhan hidup di darat dan di laut. Akar pohon mangrove sistem perakarannya menonjol disebut juga akar nafas (pneumatofor). Dengan sistem seperti ini, akar dapat beradaptasi dengan tanah yang sedikit oksigennya.


Hutan mangrove berperan dalam  menjaga dan melindungi perbatasan darat laut di sepanjang garis pantai. Hutan mangrove juga berperan dalam menunjang kehidupan populasi hutan mangrove. Hutan mangrove juga berperan melindungi organisme yang hidup di dalamnya dan sebagai sumber makanan bagi penghuninya.
hutan mangrove karangsong


Beruntung sekali saya dapat langsung mengunjungi Hutan Mangrove Karangsong yang letaknya di Indramayu. Kunjungan tersebut masuk dalam rangkaian kegiatan Jelajah Energi Cirebon bersama para blogger. Sebelum mengunjungi hutan Mangrove Karangsong, saya beserta para blogger terlebih dahulu mengunjungi Rumah Berdikari. Di tempat ini, para warga mendapatkan pelatihan keterampilan untuk mengembangkan hasil tanaman mangrove sehingga memiliki manfaat lebih dan nilai jual lebih tinggi. Di tempat ini, mangrove diolah menjadi beragam penganan dan oleh-oleh khas seperti sirup mangrove, dodol mangrove, kecap mangrove, dan peyek mangrove. Wah, ternyata mangrove bisa diolah menjadi berbagai macam penganan yang rasanya enak, lho.


Nah, setelah mengunjungi Berdikari, kami pun langsung menuju hutan Mangrove Karangsong yang merupakan di bawah tanggung jawab sosial lingkungan dari PT Pertamina melalui unit pengolahan RU VI Balongan. Hutan Mangrove Karangsong sudah dibuka menjadi ekowisata untuk umum. Pengunjung yang berwisata ke sana dikenai biaya 15K meliputi biaya masuk dan ongkos kapal. Sebelum naik kapal, kami mengenakan jaket pelampung, kapal kayu pun melaju melalui jalur air. Sesekali kami berpapasan dengan kapal lain dan bahkan bersenggolan karena lebar jalur yang tidak terlalu besar. Perjalanan menggunakan kapal kayu ini membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
 
penanaman mangrove

Bibit Mangrove
Tiba di sana, kami berjalan di atas jalan setapak yang dijalin dari bambu hasil kerja masyarakat sekitar. Saya pun menikmati keunikan ekosistem hutan mangrove Karangsong yang menurut saya berhasil dibangun oleh program CSR dari Pertamina. Program CSR Pertamina Hijau berhasil merangkul masyarakat untuk menjaga lingkungan Hutan Mangrove. Bahkan  berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui program-programnya yang sangat bermanfaat.
proses penghijauan lahan sekitar pantai

Pengalaman luar biasa bagi saya bisa menjelajahi Hutan Mangrove Karangsong.  Bahkan saya bisa melihat langsung bagaimana hutan mangrove bisa begitu memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat sekitar. Berkat program CSR Pertamina dan kerja sama yang terjalin dengan baik bersama masyarakat sekitar.


Bertualang di Wisata Alam Hutan Mangrove Karangsong Bertualang di Wisata Alam Hutan Mangrove Karangsong Reviewed by Fauzi Nurhasan on 19.19 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.