Berperilaku Hidup Sehat Bersama GERMAS




Terbaring di ranjang rumah sakit pasca operasi kantung empedu bukanlah pengalaman menyenangkan. Apalagi sebelum di operasi, saya harus beberapa kali masuk keluar rumah sakit.Bahkan dalam satu bulan, saya masuk ke tiga rumah sakit. Pengalaman kurang menyenangkan, bukan? Tentunya saya tidak mau mengulanginya lagi.Siapa sih yang mau libuan di rumah sakit? Apalagi setelah kehilangan kantung empedu, dokter mewanti-wanti saya untuk menjaga pola makan.Ketiadaan salah satu organ dalam tersebut tentunya sangat memengaruhi kondisi fisik saya. Sehingga saya pun memang mau tidak mau harus menjaga kesehatan. Oleh karenanya, saya sangat mendukung GERMAS singkatan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang digagas oleh Kemenkes RI.\

Apa itu GERMAS?
GERMAS merupakan gerakan atau tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran,kemauan,dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

GERMAS sendiri bertujuan untuk mengajak masyarakat BERPERILAKU HIDUP SEHAT sehingga bisa berdampak positif bagi kehidupan masyarakatt yaitu semakin meningkatnya produktivitas masyarakat karena kesehatannya terjaga dan lingkungannya bersih. Tentu saja jika masyarakat sehat akan berdampak posirif pada kondisi ekonomi bangsa.

Beruntung sekali saya berkesempatan mengikuti acara TEMU BLOGGER KESEHATAN di Hotel Santika Semarang pada 28-30 Agustsus 2017. Saya berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Kota Semarang dengan semangat mendapat tambahan wawasan tentang kesehatan. Pihak Kemennkes juga mengundang Blogger Semarang.  Jadinya acara ini sekaligus kopdar juga dengan blogger Semarang yang selama ini hanya kenaldi medsos.

MARI HIDUP SEHAT DENGAN GERMAS merupakan tema acara Temu blogger Kesehatan yang dihadiri oleh beberapa Pejabat dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat KeMenKes RI serta beberapa orang pejabat di lingkungan DinKes Provinsi Jawa Tengah diantaranya, Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Dinkes Prov Jawa Tengah,  Arvian Nevi, SKM, DEA, Kepala Dinkes Kota Semarang, dr. Widoyono, MPH, Wakil Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDI) DKI Jakarta, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH; Kepala Bag Hubungan Media & Lembaga, Indra Rizon, SKM, M.Kes.

Menurut Pak Indra Rizon, SKM,M.Kes saat ini terjadi pergeseran pola penyakit dari PPM ke PTM (Penyakit Tidak Menular) sehingga terjadi peningkatan beban biaya kesehatan pemerintah. Produktivitas masyarakat menurun karena adanya beban merawat anggota keluarga yang sakit.
Sebenarnya PTMbisa dicegah asalkan masyarakat lebih aware dengan masalah kesehatan dengan melakukan pola hidup sehat. GERMAS sendiri sudah punya pola yang sistematis dan terencana disebut CERDIK ( C )ek kondisi kesehatan secara berkala,( E )nyahkan asap rokok, ( R )ajin aktivitas fisik, ( D)iet sehat dengan kaloriseimbang,( I )stirahat yang cukup,( K )endalikan stress.

Jika mengikuti pola yang sudah diatur oleh GERMAS tentunya masyarakat akan terhindar dari penyakit tidak menular seperti kanker, jantung, tumor, dan lainnya bisa dihindari bahkan bisa dicegah. Nah, dari pola CERDIK tersebut, untuk langkah awalnya, GERMAS memfokuskan pada tiga langkah, apa sajasih?

1.       Melakukan Aktivitas Fisik
Anteng dengan gadget . Posisi badan menunduk. Kebanyakan duduk. Itulah gambaran manusia modern saat ini. Segala sesuatunya mudah. Mau pergi ke mana-mana tinggal duduk manis nunggu jemputan (sudah banyak khan taksi online atau ojek online. Nggak perlu jalan menuju pangkalan. Mau belanja? Tinggal klak-klik di marketplace, nggak harus muter-muter pasar atau mal. Pokoknya keadaan serbamudah nih berkat teknologi digital. Tapi ada kelemahannya,kita semakin mager alias males gerak. Maunya megang gadget seharian tanpa mau gerak.kalau bisa mah mau minum itu gelas nyamperin sendiri, deh.



Ternyata gaya hidup kurang sehat seperti itu sangat berdampak serius pada kesehatan. Kurangnya aktivitas fisik bisa mengakibatkan badan kurang fit dan terasa lemas. Akibatnya produktivitas kerja menurun, tidak semangat dalam berbagai aktivitas. Selain itu, daya tahan tubuh juga bisamenurun dan tentunyamudah sakit. Kurang aktivitas fisik juga bisa menyebabkan terjadinya pengeroposan tulang. Akibat kuranya aktivitas fisik bisa menyebabkan obesitas apalagi konsumsi masyarakat sekarang cenderung banyak lemak takjenuh dan miskin kalori serta protein. Duuh, akibatnya jantung bisa melemah,lho..

Berhubung sekarang udah serbamudah dan rasanya tidak ada waktu untuk olahraga. Apalagi kita sering dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan yang dikejar deadline. So, gimana dong caranya? Sebenarnya, kalau mau sih, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menambah aktivtas fisik, misalnya bersepeda ke tempat kerja, atau memilih naik tangga daripada naik lift. Di sela-sela waktu kerja lakukan peregangan alias strectching.

2.       Mengonsumsi Buah dan Sayur
Nah, yang satu ini juga suka rada berat. Apalagi sekarang, kita cenderung mencari makanan instan yang serbapraktis. Nah, makanan instan itu biasanya lebih murah, mengenyangkan, tapi miskin serat. Apalagi bukan lagi gossip kalau harga buah-buahan melambung tinggi. Seringnya dengan alasan hemat bin ekonomis memilih sajian instan miskin serat sebagai pengisi lambung. Padahal efeknya sangat tidak baik untuk kesehatan, lho. Kurang mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur bisa mengakibatkan tubuh terkena konstipasi, wasir, dan masalah pencernaan lainnya.




Nah ini, jika kurang makan sayur dan buah bisa meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, jantung, strok, dan osteioporosis.Kurangnya asupan sayur dan buah bisa menyebabkan kematian karena kanker aluran cerna, jantung koroner, dan strok. Dengan rutin mengonsumsi sayur dan buah akan mengurangi risiko kanker.Hal itu karena sayur dan buah mengandung antioksidan seperti Vitamin E, Vitamin C, dan karotenoid yang melindungi sel sehat tubuh dari radikal bebas.

3.       Memeriksa Kesehatan Secara Rutin
Kecenderungannya orang akan pergi ke fasilitas kesehatan jika merasa kurang sehat atau adanya gangguan di tubuhnya. Jarang orang datang ke fasilitas kesehatan dalam keadaan sehat untuk menlakukan check up atau pemeriksaan kesehatan. Padahal, langkah ini sangat penting untuk mendeteksi gejala gangguan kesehatan secara dini. Idealnya, setiap enam bulan sekali, kita pegi ke fasilitas kesehatan atau puskesmas untuk mengecek kondisi tubuh kita. 


Pemeriksaan kesehatan atau check up bisa dilakukan di puskesmas sehingga biayanya tentu terjangkau. GERMAS sendiri menganjurkan pemeriksaan kesehatan standar seperti cek tekanan darah, kolesterol, tes darah, berat badan, dan ukur lingkar perut. Perempuan biasanya berisiko terkena kanker serviks sehinggga perlu ditambah dengan pemeriksan IVA (Inpeksi Visual Asam Cuka) untuk deteksi dini kanker leher rahim.

Pemeriksaan kesehatan sangatlah penting karena penyakit tidak menular biasanyatidak ada gejala pada awal penyakit timbul.

Sebagai blogger, tentunya saya bangga menjadi bagian dari kampanye sosialisasi program GERMAS di media sosial. Apalagi bukan rahasia umum kalau blogger memang selalu tehubung dengan media sosial dan selalu update  informasi. Jadi, sebagai blogger tentunya sangatlah baik jika bisa menyebarkan informasi-informasi positif seputar kesehatan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat lebih memperhatikan lagi masalah kesehatan.


Rangkaian kegiatan berikutnya yaitu kunjungan lapangan ke  Lembaga Penelitian Dunia Vektor Reservoir (DUVER) atau B2P2VRP singkatan dari Balai besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan reservoir Penyakit.Di sini terdapat 11 laboratorium, di antaranya ada Insektorium Nyamuk dan Kelelawar. 




Kunjungan selanjutnya ke UPTD Puskesmas Sidorejo Kidul. Di sini,masyarakat sekitar sudah bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. UPTD Puskesmas yang beralamat di Jalan Tritis Mukti No. 1 Salatiga ini sudah memiliki fasilitas cukup lengkap untuk pemeriksaan kesehatan standar. UPTD Puskesma dengan visi “ Menjadi Puskesmas erdepan Untuk Mewujudkan Kecamatan Tingkir Sehat dan Mandiri” ini juga sudah menyediakan konseling seperti konseling gizi, konseling TB/Kusta, Konseling Sanitasi, dan Konseling Penyakit Jiwa.

Di sini, sudah dilakukan implementasi program Indonesia sehat seperti persiapan pendataan keluarga sehat, melakukan kunjungan rumah dan upaya preventif, kuratif, dan rehabilitative terhadap warga masyaraat. Tujuannya untuk mewujudkan kecamatan sehat sehingga dilakukan pembinaan kelurahan siaga,pembinaan kesehatan dan PHBS di semua tatanan, serta sosialisasi dan memasyarakatkan GERMAS.
Saya acungi jempol deh buat UPTD Puskesmas Sidorejo Kidul karena program-programnya oke banget untuk memasyarakatkan GERMAS.

Tanpa terasa rangkaian acara GERMAS di Semarang berakhir. Saya pun harus kembali ke Bandung dengan membawa oleh-oleh seabrek ilmu dan wawasan mengenai kesehatan. Terima kasih, Kemenkes.


               




Berperilaku Hidup Sehat Bersama GERMAS Berperilaku Hidup Sehat Bersama GERMAS Reviewed by Fauzi Nurhasan on 00.30 Rating: 5

4 komentar:

  1. Ingat ingat, cek kesehatan secara berkala biar gak dirawat lagi. 😄

    BalasHapus
  2. salam sehat selalu Fauzi ... #DukungGermas

    BalasHapus
  3. Semoga dgn pola CERDIK ini banyak masyarakat yg aware akan kesehatan diri mereka dan keluarga yaaa..

    Semoga dgn ikut terlibatnya para blogger di acara ini dpt memberikan informasi kpd masyarakat luas utk beralih ke pola hidup yg lebih sehat ya Mas. Apalagi bagi yg sudah merasakan dioperasi.. 😔

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.